Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017
Guruku Panutanku "Betapa mulia sosoknya, setiap perkataannya adalah ilmu, setiap geraknya adalah teladan. Patutlah ia disebut guru yang diartikan oleh orang Jawa sosok yang di guguh dan ditiru. Guru bukan hanya dia yang berdiri didalam ruangan kelas membagikan segenap ilmu pengetahuan, setiap orang yang memberikan ilmu pengetahuan, mengajarkan walau setitik pengetahuan adalah guru." Beberapa tahun yang lalu ketika saya masih duduk dibangku sekolah formal SD sampai SMA. Guru adalah orang yang saya anggap tahu banyak hal, perilakunya pun tidak sembarangan. Hingga saya mulai memerhatikan setiap tingkah guru yang mengajarkan saya. Saya sangat suka dengan guru yang bersungguh-sungguh mendidik. Bagaimana saya menilai guru-guru itu bersungguh atau tidak dalam mendidik? Biasanya guru yang benar-benar ingin siswanya mampu, dia akan disiplin masuk dan keluar kelas, menjelaskan materi ajar kepada siswa, memerhatikan semua siswanya. Saya pernah menemukan guru saya yang sering...

Melawan Keterbatasan

Pernahkah kalian mengalami kelupaan akan nama seseorang yang sebelumnya pernah kalian temui? Atau bahkan lupa wajahnya? Pernahkah kalian lupa akan janji kepada seseorang? Lupa meletakan sesuatu? Lupa kalau sedang memasak? Pernahkah kalian merasakan kesulitan mengingat rumus atau menghafal pelajaran yang telah di suguhi guru? Pernahkah kalian merasa kesulitan mengingat rute suatu jalan? Aku mengalami semua itu. Entah sejak kapan aku memiliki ingatan buruk seperti ini. Aku seringkali merasa kesal terhadap diriku sendiri yang kesulitan menghafal suatu pelajaran. Bahkan ketika sudah berhasil menghafal, beberapa saat kemudian jika tidak terus ku ulang maka hafalan itu bisa menghilang. Aku juga sering memasak dan lupa kalau aku sedang memasak. Terkadang aku ingin menangis dengan kesulitanku ini. Keadaan paling parahku tidak mampu mengingat jalan, meski beberapa kali ku lalui. Aku harus melaluinya sendiri berulang kali, barulah aku mampu mengingatnya. Namun, selama ini aku tidak me...

Demi Damai yang Dirindukan Hati

Setiap manusia selama menjalani setiap langkah kehidupan pasti pernah merasakan pahitnya kekecewaan. Sebagai makhluk sosial kita tidak lepas berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita. Bukan mudah menjalin kebersamaan, persaudaraan, pertemanan, persahabatan, kerjasama dan lain sebagainya. Seringkali terjadi ketidak sesuaian antara kita dengan orang lain yang menimbulkan merenggangnya hubungan kebersamaan tersebut. Ketika teman membohongi, sahabat mengkhianati, perkataan orang lain yang mengiris hati dan berbagai macam rupa masalah yang menimbulkan kebencian. Kebencian bersarang dihati menimbulkan ketidak nyamanan dalam kebersamaan bahkan hatipun merasa tidak tenang. Terus saja terbakar emosi. Tiap mengingat kesalahannya otomatis amarah menyulut, dada terasa ingin pecah menahan meledaknya api kebencian. Bahkan ada yang sampai melampiaskan dengan balas menyakiti. Seperti yang dikatakan Robert Frost, " Sesuatu yang kita tahan tekan kita lemah, hingga kita menemukan bahwa ses...