Langsung ke konten utama

Guruku Panutanku



"Betapa mulia sosoknya, setiap perkataannya adalah ilmu, setiap geraknya adalah teladan. Patutlah ia disebut guru yang diartikan oleh orang Jawa sosok yang di guguh dan ditiru. Guru bukan hanya dia yang berdiri didalam ruangan kelas membagikan segenap ilmu pengetahuan, setiap orang yang memberikan ilmu pengetahuan, mengajarkan walau setitik pengetahuan adalah guru."

Beberapa tahun yang lalu ketika saya masih duduk dibangku sekolah formal SD sampai SMA. Guru adalah orang yang saya anggap tahu banyak hal, perilakunya pun tidak sembarangan. Hingga saya mulai memerhatikan setiap tingkah guru yang mengajarkan saya. Saya sangat suka dengan guru yang bersungguh-sungguh mendidik. Bagaimana saya menilai guru-guru itu bersungguh atau tidak dalam mendidik? Biasanya guru yang benar-benar ingin siswanya mampu, dia akan disiplin masuk dan keluar kelas, menjelaskan materi ajar kepada siswa, memerhatikan semua siswanya. Saya pernah menemukan guru saya yang sering sekali masuk hanya untuk memberikan tugas pada suatu mata pelajaran, lantas setelah itu dia keluar kelas entah kemana. Saya yang masih remaja waktu itu, malah ikut bersikap seperti beliau. Setiap kali beliau masuk beberapa menit memberikan tugas kepada murid-murid kemudian keluar kelas, sayapun langsung keluar kelas pula untuk pergi ke perpustakaan. ketika jam mata pelajaran beliau akan selesai saya kembali ke kelas sebelum beliau masuk kelas. Sebenarnya saya tahu bahwa perbuatan saya tidak baik,  namun dalam hati kecil saya menjawab,"Ibu itu saja seperti itu." Akan tetapi bagaimanapun juga, saya menghormati ibu guru saya itu. Hanya saja saya sedikit memberontak atas sikapnya.

Dengan seringnya saya memerhatikan guru-guru yang mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan itu membuat saya berpikir bahwa saya tidak ingin menjadi guru. Dimata saya pendidik itu orang yang benar-benar harus bisa tampil menjadi panutan siswanya, dan saya merasa itu akan sulit.

Takdir berbicara lain, saat ini saya telah menjadi guru. Saya sempat merasakan betapa sulitnya menjalani peran ini, dan hampir-hampir saya menyerah. Mendidik anak-anak didalam ruangan kelas, mereka semua berbeda sifatnya berbeda pula cara belajarnya. 

Ketika dalam mendidik, apalagi siswa Sekolah Dasar yang selalu saya ingat adalah kehati-hatian dalam bersikap. Mengingat bahwa guru adalah sosok yang dianggap banyak tahu, sosok panutan dihadapan muridnya. Seperti kata pepatah ; guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Murid mencontoh apa yang dilakukan gurunya.

Untuk itu ada hal mendasar yang harus menjadi bekal pendidik menurut yang saya amati, yaitu;
1. Kuat Rasa Bertuhan
    Tujuan akhir dari kehidupan manusia adalah akhirat. Dengan begitu manusia mesti memiliki hubungan yang baik dengan Tuhannya. Gurulah yang mengenalkan nilai-nilai ketuhanan itu kepada muridnya melalui perilaku sehari-hari, seperti mengucap syukur, berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas dan lain-lain.
2. Memiliki Wawasan yang Luas
    Guru zaman Now adalah guru yang semakin terbuka pola pikirnya. Semakin banyak tahu sebab semakin banyak menggali ilmu. Buku adalah jendela dunia. Melalui buku kita bisa mengenal beragam bentuk dunia, melihat hal-hal baru yang belum pernah kita temui. Sementara, Guru adalah pembuka jendela itu.
3. Berakhlak Mulia
    Murid selalu mencari figur yang bisa mereka contoh, tentu orang yang paling mereka percaya untuk dicontoh adalah gurunya. Maka, jika kita ingin murid kita berakhlak yang baik, perbaikilah pula akhlak kita sebagai guru.

Pada akhirnya saya mengenang mereka semua, guru-guru saya. Merekalah yang menuntun saya memijaki satu persatu tangga kehidupan ini. Guru adalah manusia biasa yang tidak berhenti belajar demi masa depan generasi bangsa.


#Alumni_Sekolah_Perempuan

Komentar